Tampilkan postingan dengan label Canda tawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Canda tawa. Tampilkan semua postingan

AGAIN?!

Biasanya sih setiap awal tahun.
Biasanya sih pindah ke tetangga.
Biasanya sih ...
ah ga ada biasa-biasa lagi.
Saatnya mencoba anti-mainstream. Jadi yang biasanya ganti blog setahun sekali untuk menyamarkan sekarang ganti karena ada tujuan khusus.

Bosan cari masalah. Takut ada yang menggugat. Jadi mari kita migrasi ke halaman baru.

"Kalau denger ceritanya mas arman, keknya hidupku kerasa biasa aja. Flat gitu" say someone dulu. Oke mari kita buktikan. Apakah benar hidupku lebih berwarna darimu jak. Everybody have their own story. Jadi silahkan bandingkan di blog baru. Ditulis untuk dibaca semua orang.

Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan lilin. Daripada terus-terusan uring-uringan karena sepertinya tidak ada pengaruh positif apa-apa yang ku hasilkan selama kuliah ini dan aku lebih suka menginspirasi daripada menasehati. Karena menasehati mereka yang hidupnya sudah terikat dengan hal semu bagiku adalah buang-buang tenaga. Jadi semoga kisah-kisah pilihan ini menginspirasi kalian agar selalu menjadikan hidup kalian berharga, penuh warna, penuh kebaikan. Karena hidup cuma sekali ini saja. Jadi lukislah pelangi dimana kalian melangkah.
Semoga menginspirasi bagaimana menjadi manusia yang ingat alam yang harus kita jaga dan etika dalam hidup bersama.

Spesial thanks untuk Laskar 38 yang telah menemaniku bertahan di jogja hingga niat pergiku hilang di tahun kedua, kepada keluarga BEM KMFT UGM yang mengajariku etika seorang manusia, Soedirman yang membuatku akhirnya merasakan keberhasilan memandu seperti yang ku lihat dari Mas Adit sang pemandu Laskar 38, dan Djaki si sabar, Amal si cupu, Dimce si cacat, Mas Gilang yang tua, Atul yang payah, Rina si norak yang membuatku selalu senang menjadi manusia koplak.

sekarang ku coba sedikit merangkai huruf di halaman yang baru, dari biangmasalah menjadi cukup bermasalah.
Eh salah, cukuptersenyum yang benar.
--------------------------------------------------------------------------
kamis, 25 september 2014
Setelah kebingungan atas apa yang bisa aku lakukan
Sedikit usaha untuk menggapai mimpi

Horor! Ini Malam Terhoror, Percayalah!

Seperti malam lainnya yang sudah berlalu. Tablet sudsh menunjukkan pukul 02:45. Saat dimana biasanya aku melakuka  ritual produktif (ngetik, nugas, ngaji).
Ya tapi itu biasanya kalau sepi orang. Kalau rame orang mah isin. Reflek ngerjain rutinitas ngumpet ngumpet. Biar ga dibilang ria (bukan nama orang). Sekarang ini kamar lagi penuh sama 4 orang teman yang sedang datang menginap. Si dimas yang datang-datang tidur, si Ali yang ngikut Zaky. Terus orang ke empat siapa?
Dimas, Ali, Zaky.
1. Dimas, 2. Ali, 3. Zaky.
Loh satu lagi siapa ini?
#mendadakngeri
Ternyata perasaan tidak nyaman mendadak muncul. Aku coba kembali menghitung ulang tamu di kamarku.
Dimas...
Ali...
Zaky...
"Bismillah" ucapku dalam hati sambil terus menghitung
Zaky.
Ah iya benar 4 orang. Zaky kan dihitung dua. Alhamdulillah semua manusia.

*ditampar pembaca

Memang pengalaman yang akan tertulis di tablet ini pengalaman horor. Tapi bukan candaan di atas.

Walau memang betul kalau Zaky dihitung dua.
Malam-malam masih terjaga memang selalu membuat kerongkongan dan tenggorokan ini cepat haus. Mungkin pengaruh udara yang dingin.
Berdiri dari kasur. Ambil gelas di atas lemari. Buka pintu kamar menuju dapur yang letaknya cuma terpisahkan oleh satu kamar disampingku.
Udara di luar kamar begitu sejuk. Kalau dingin mah udah terlalu mainstream dalam kebanyakan cerita horor

Dalam hitungan detik aku sudah di dapur menghampiri dispenser air.
Glup... glup... glup.. bunyi air dan udara berbaur di dalam galon dispenser.
Gluk... gluk... gluk... bunyi air yang mulai masuk ke dalam mulut.
Guk... guk... guk... eh loh anjing tetangga pake ikutan bunyi jg. Sepertinya dia haus juga.

Lucunya...
Tumben akj tidak langsung kembali ke kamar. Masih terdiam di depan dispenser.
Perasaan ganjal membuat otak yang berkarat karena kebanyakan nyebur di air garam ini berfikir.
"..............." memang ga bisa mikir ternyata.
Begitu aku mau berbalik kembali ke kamar. Terlihat proyeksi bayangan hitam bergerak di lantai. Dengan santainya ku tengok ada apa di atas kepalaku. Ternyata banyak serangga bertebangan di seputar lampu.

Monolog di bawah ini berlangsung tanpa terucap. Hanya terucap oleh hati.
"Hoo.. tawon"
"Tawon..."
"......."
"Itu tawon kan?"
"Banyak amat"
"......"

Masih terdiam di posisi yang sama dan ada seekor yang terbang melintasi mataku. Persis di depan mata. Hingga aku bisa mendengar jelas bunyi kepakan sayapnya yang begitu cepat.
Hingga aku melihatnya seolah-olah lebih besar dari biasanya.

"Hahaha.." ucapku dengan muka menyedihkan.

Tanpa punya waktu untuk berfikir lagi tubuhku refleks lari dan masuk ke kamar. Mengunci pintu dua putaran kunci pintu dan menyempatkan  badan di antara Dimas dan Zaky dan Zaky.
Berharap hal yang menakutkan daripada hantu barusan segera hilang.


------------------------------------------------------------
Ditulis menggunakan tab di antara dua gumpalan lemak
saking takutnya dan masih shock atas apa yang dilihat

Telur on Teleskop

 
Kami dari regu telur
iaiao
Ada telur cicaak.. Katanya kecil
Ada telur kadall… katanya gede
Ada telur ayam, rasanya enak,
Itu semua telur.. Telurr.. Telur.. Telurr.. Telurr..
*buar
Di teleskop yang kutunggu kutunggu...
kami di sini…
U u u pyarr
Dari berbagai penjuru penjuru…
Kita bersatu…
U u u pyarr
Disiplin mandi sendiri
Itu kami
Unyu unyu unyu
Mencoba jadi pemimpin
Yang berani
O yeah..
TELUR
unbreakable

Ceki "You have to do something or to be nothing"


A
S
D
F
105
0
0
45
100
-55
90
150
55
-225
275
130
5
-275
425
95
-45
-325
560
40
-190
-345
720
5
-90
-335
750
-70
-10
-360
715
30
-65
-405
525
130
120
-430
180
145
270
-405
-20
110
225
-585
-210
195
360
-560
-245
195
445
-520
-210
245
305
-510
-235
285
405
-490
-270
125
465
-525
-130
70
430
-565
70
-130
465
-550
130
-140
495
-470
200
-135
500
-320
275
-100
505
-45
85
-115
650
-5
60
-55
510
-5
35
125
660
-60
-10
-205

Oke ini bukan data dari sesuatu yang berarti. Ini adalah hasil permainan ceki malam ini. Ceki atau yang biasanya disebut remi.
*ceki itu bahasa kampungnya kayaknya deh
Permainan ini adalah permainan favorit kami di sekre. Permainan dimana kita harus membuat minimal 3 kartu urut sama lambang baru deh boleh keluar minimal 3 kartu kembar.
Kenapa gue posting hasil peraturan malam ini.
Karena gegara main permainan ini, rencana gue yang semula mau membuat tiga tulisan jadi berantakan semua.
Gegaranya malam ini cekinya ngeselin. Ngabisin staminan banget. Lihat tuh sudah 25 pertandingan tapi tetep aja belum ada yang nyampe poin 1000.
-..-
Mana joker yang keluar hampir setengahnya angka 4. Dan setiap angka 4 keluar selalu ada aja joker yang kebakar ditangan.
*makanya nilainya jelek semua

Pokoknya gegara permainan ini  :
1. Stamina kita pada habis, pada tepar semua
    *si Dio aja tepar.. banyangkan jam setengah 1 setelah permainan ini berakhir (disudahi)
      dia langsung tepar. Padahal biasanya melek sampai pagi kalau nginep.
2. Target gue menulis 3 tulisan cuma dapet 2. Dan yang satu isinya random gegara udah ngantuk.

Tapi setidaknya kita semua have fun lah. Sudah lama tidak tertawa terbahak-bahak bersama para takmir 2010 ini :-D

 

Ied Qurban (2)


“Rasanya ied kali ini bakal membosankan..” awalnya hatiku merasa seperti itu.
Disaat anak-anak yang biasanya ikut main-main seperti krisu, harban, zakoy, michi pulang. Aku dan yang lainnya lebih memilih untuk menikmati jogja lebih lama.
Sebenernya sih mau pulang tapi karena keterbatasan uang dan juga waktu jadinya males pulang deh
-..-
BOSAAAAN!
Di sekre seperti ini mana ada kiriman daging tiba-tiba coba. Sementara ini naga di perut pengen banget makan daging.

Tiba-tiba ada sms “eh aku dapet jatah daging nih”
dengan cepat langsung kubalas “masak-masak di BEM aja”
dan langsung sudah aku beli beberapa bahan yang sekiranya bakal diperlukan
Yang jelas kalau makan bersamaku tidak mungkin cuma lauk aja. Pasti ada sayurannya juga :9
Jadi aku menentukan kalau kita akan masak Daging Lada Hitam, Cah Kangkung Tauco, Kentang Goreng

Ya yang membeli siapa? Kelamaan kalau berunding jadi inisiatif aku sama alay aja yang beli deh.
Sampai mirota kampus kita berdua kebingungan beli apa meskipun sudah ada listnya. Soalnya ada beberapa yang memang bikin bingung. Misal di list tulisannya 1 siung bawang putih.
Heww.. masa ke mirota cuma ngambil satu siung. Kan malu juga nih >..<
Gini nih kalau cowok yang beli, lebih banyak gengsinya.
Ada juga ketika mau ngambil jahe. Nah disana ada 4 tempat yg mirip-mirip jahe. Tau sih jahe yang mana, tapi yang 3 sisanya selain kunyit apa ya? O..o

Ah peduli amat deh, yang penting yang dibutuhkan sudah terbeli.

 

Personil kali ini ada aku yang paling keren, Doi, Alay, Atul beserta temannya Rizka, Syarap yang tiba-tiba muncul, Bardi dan temannya yang ikut memberikan investasi daging yaitu Cahyo, Si Nabi Gadungan, Anak Metal takut kucing, Surya, dan siapa lagi ya?
Kemudian ketika sesi memasak masing-masing dibagi job desk. Misalnya Doi yang megang spatula, Aku yg asistensiin Doi dengan memberi takaran rasa berhubung seleraku paling tinggi xD, Rahmadi yang juga membantu aku memotong sebelum aku membantu Doi, Para perempuan belum siap #eh ngupasin kentang, dan lain-lain deh.
Yah pokoknya hari ini kita sudah membuktikan bahwa anak teknik pun pandai memasak bahkan yang putra jauh lebih pandai dari yang putri (Siapa yang berani protes!)

 Yang paling lucu adalah ketika sedang memasak cah kangkung. Si Atul malah dengan santainya memasukkan seluruh sayuran serempak ke dalam wajan. -..-“
Tul.. tul.. kamu ini bener-bener dah >..<
Kemudian ketika aku bilang ke Doi untuk memasukkan tauco segera, dia malah bertanya “Tauco apaan?”
Diikuti juga dengan suara anak-anak yang lain
“Tauco apaan tuh?”
“Iya tauco itu apa?”
“Tauco?”
“Tauco itu enak ga?” (oke yang baris ini bohong ya)
Serius lo semua pada nggak tau tauco? Pada ngapain aja sih selama ini? -..-
Dan ketika aku bertanya ke Alay “Lay, Tauco mana?”
“emang tadi beli tauco?” balasnya
“Lah emg tadi aku nggak beli tauco?”
“nggak mas!”
“kalau kecap asin?”
“nggak juga mas”
gini nih kalau cowok yang beli, ada aja yang salah >..<
malah tiba-tiba muncul saus tiram di dalam keresek belanjaan. Kayaknya salah ngambil deh -..-
Jadinya malah kita bikin cah kangkung saus tiram deh. Yang penting ada sayur. Walau cah kangkung tauco lebih enak sebenarnya T..T

Dan malah muncul beberapa menu tambahan seperti es krim, spagheti bolognese, dan sate (yang ini mah mainstream bener)

Dan inilah hasil masakan kami


 
 

Kira-kira 9,5/10 lah. Luar biasa kan? Mendekati sempurna loh.
Selera siapa dulu coba? :9

 

 
Selain mendapatkan kenyang, ada hal juga yang didapat. Seperti teman baru, kebersamaan dan juga momen luar biasa yang tidak kalah dengan ketika kita ied bersama keluarga.
Terima kasih untuk makanannya malam ini ya keluarga BEM KMFT UGM :-D



Oh iya, hari kedua kita juga masak-masak loh, ini menunya :
1. Sop Tulang Sapi
2. Kambing Lada Hitam (Versi Nabi Gadungan dan Anak Metal Takut Kucing)

 
 
 
 
_______________________________________________________________
Sekretariat BEM KMFT
Tempat para penyamun yang ga bisa pulang


Soedirman 00

                Setiap setahun sekali di KMFT ada event follow up PPSMB (baca: Ospek) yang dikenal dengan The Engineering Leadership Workshop. Biasanya sih disingkat dengan kata TELESKOP. Ini nih acaranya pada anak-anak calon pengisi posisi strategis di lembaga masing-masing. Sebuah event dimana skill leadership benar-benar ditempa lebih dalam waktu yang sangat singkat (sekitar 2 hari kayaknya deh). Sekarang bukannya lagi bercerita sebagai peserta ya. Tapi sudah sebagai seorang panitia. Hoho.. Di teleskop 11 ini sesuai namaya, tentu saja pesertanya adalah para adik-adik angkatan 2011. Dan kami para angkatan 2010 yang baru saja menyelesaikan teleskop tahun lalu menjadi panita untuk teleskop 11 ini. Cerita ini ga bakal ada kalau aku tetap kolot dengan kemalasanku saat itu. Malas untuk ikut kepanitian dalam beberapa selang waktu.Tapi tetep aja ada satu orang yang super rese menuntutku untuk ikutan jadi panitia. Sebut saja “You-Know-Who" or "He-Who-Must-Not-Be-Named". Gilak emang dah ini orang, satu hari kotak masuk handphoneku bisa full cuma karena terror dari ini makhluk. Yasudahlah daripada ganggu tidur aku terima saja sudah. Dan ketika ku tanya posisi apa saja yang kosong ternyata hanya tersisa pemandu dan pubdekdok. Langsung saja ku ketik pemandu ASAP.  Cukup sudah kemediaan untuk saat ini dalam benakku. Dan dari sinilah  sebagai seorang pemandu di Teleskop 11 dimulai. Sebuah kisah dimana kesabaranku diuji bukan main (lebay).

                Langsung saja kita skip persiapan acara dan langsung ke Stadium General. Ketika dibacakan pembagian kelompok-kelompok teleskop ini aku berharap agar aku mendapatkan kelompok yang isinya anak-anak BEM atau siapapun yang aku kenal. Dan bukan satu orang melainkan seluruhnya. Bukannya ngarep tapi saya sangat berharap. Kenapa? Selain karena kalau ke orang-orang yang sudah dikenal maka saya dapat tegaan ke mereka dalam hal menghina dna juga untuk tidak membuatku mati gaya karena harus menjaga sikap. Masa iya kalau aku dapat adik pandu yang serius nanti tak bencadain terus. Pasti mereka ga respect lah. Oleh karena itu aku berharap agar tidak dapat banyak adik yang tidak ku kenal. Dan ternyata doaku tidak dikabulkan.

Kelompok Soedirman…

Nur Laila Maghfirah Aziz
Naim Rahatun
Rhea Rosanti
Syahrial
Doddy Dirgantara Putra
Bakti (lupa namanya)
Ardian Rizaldi Putra S
Ilhaq
Agasi Rizal Kurniawan

Dipandu oleh : Aulia Arman

Oh tuhaaann… kenapa kau begitu kejam padaku.. mereka semua tak ada yang aku kenal sama sekali. T..T

                Bahkan belum apa-apa saja sudah banyak celotehan seperti “waaahh.. sabar ya dik dipandu arman..”, “hahaha… arman..” dan semacamnya. Biasa emang kalau orang terkenal banyak aja yang iri #plak.
Oke sekarang saatnya JAIM! Begitu tekadku bulat seketika. Dan ketika memulai kepemanduan yang pertama untuk bagi tugas aku berbicara sesopan tidak mungkin sampai-sampai aku sendiri merasa mau muntah atas sikapku yang ku buat-buat tidak seperti biasanya. Lanjut ke malam pertama mereka mengerjakan tugas tari. Melihat mereka menari saya semakin tidak kuat untuk menahan ketawa yang saya tahan-tahan semenjak SG. Ketawa yang isinya ingin sekali memotivasi mereka sambil mengejek (?). Apalagi melihat cara mereka latihan tari yang ironis seperti itu. Sampai akhirnya di hari kedua setelah SG kelompokku ini ketambahan seorang anggota dan itu adalah anak BEM. Namun yang satu ini tidaklah ku kenal sehingga ia pun tidak tahu seperti apa sifat asliku. Alhamdulillah. Aku masih bisa bersandirwa picisan ini. Nama anak Tersebut adalah Zaky Dzulfikar Harun. Selamat datang zaky ke mimpi burukmu. Kesalan pertamamu adalah kamu dipandu saya xD.

                Malam kedua latihan pun terlewati dengan tidak ada perubahan dengan bertambahnya 2 dua orang. Zaky dihitung dua ya. Dan hari pertama Teleskop akhirnya tiba juga. Di hari inipun aku masih saja memainkan sandiwara picisan tersebut. Hingga aku merasakan sesuatu yang kurang dari kelompok ini. Mereka sudah kompak kok, sudah akrab, sudah ramai, tapi ada satu yang kurang dari mereka. Kurang hidup. Masih mengikuti permainan yang ada. Tidak ada improvisasi. Dan puncak adalah saat siang hari menjelang shalat Dzuhur. Melihat bahwa ternyata mereka memang pada dasarnya sudah koplak semua. Naim yang suka nahan-nahan ketawa sendiri, zaky yang ketawa mulu dengan muka lemesnya, doddy dengan posisi tangannya dan kata “kok bisa gitu..”, lila dengan keanehannya, dan yang lainnya juga. Langsung saja kalimat “oke.. sekarang saatnya ga jaim-jaim lagi sama kalian. Berarti kita harus totalitas.. totalitas baik.. atau totalitas malu-maluin… oke?”. Yak niatku untuk jaim sudah patah di sesi ini. Dan alhasil sifatku pun keluar semua. Sepanjang acara berlangsung aku kembali menjadi orang luar biasa ramai yang seakan-akan tidak pernah kehabisan keceriaan. Sampai-sampai sedikit memalukan mungkin kalau di mata orang lain. Dan mereka pun keluar semua deh noraknya #eh. Dan hari pertama pun selesai

                Hari kedua Teleskop merupakan hari dimana isinya adalah outbound. Bahkan di outbound ini saja saya dipermainkan. Dipermainkan oleh adik pandu sendiri saat mereka kalah game di pos pertama -..-
Sungguh tega memang mereka. Dan lanjut ke pos-pos selanjutnya dimana kelakuan kami di luar imajinasi para panitia, maksudnya tidak hanya bersikap mengikuti acara. Sampai terjadilah insiden yang saya alami saat kami tidak berhasil mendapatkan bantuan transportasi apapun dengan kemampuan melobi yang sudah mereka dapat saat hari pertama. Namun tidak masalah lah. Sebab mereka sudah menunjukkan keberanian untuk melobi dan cara melobi yang baik saat ke menwa, ke sarang polisi dan juga ke rektorat. Meskipun hasilnya nihil tapi aku sangat bangga terhadap mereka. Mereka berani mencoba sesuatu yang aku yakin kelompok lain tidak lakukan, seperti ke sarang polisi dan melobi disana. Bahkan sebenarnya  mereka hampir mendapatkan bantuan, hanya saja jumlah kami yang memang terlalu banyak. Untuk membuat mereka tidak sedih dan tetap mendapatkan esensi dari acara yang berlangsung, ini adalah tugasku sebagai seorang pemandu. Dan dengan sedikit kata-kata ajaib, kami kembali ke fakultas teknik dengan bangga dan lapang dada. Selain outbound ada juga penampilan tari yang sudah bermalam-malam mereka latihan. Namun tak usah saya ceritakan ya. Karena saat kalian menarikan tarian piring itu semua orang memerhatikan dengan serius dan panitia-panitia bilang kepada saya bahwa tarian kalian bagus sekali. Dan tidak keluar dari permintaan yang hanya tarian, bukan tarian + drama. Di akhir drama inipun kalian semakin membuat saya bangga dengan hadiah yang kalian berikan. Memang bukan sesuatu yang mahal, tapi komentar-komentar kalian itu berkesan buat saya. Meskin rata-rata ejekan semua -..-

                Yah memang kita tidak bisa sampai pos terakhir karena memang waktunya yang tidak cukup. Namun sudah ku lunasi dengan olah raga bersepeda ke antah berantah yang akan ku ceritakan selanjutnya. Malah ada poin ++nya nih. Kita main-main tidak hanya satu kali ini saja.. tapi aka ada acara main-main selanjutnya… karena bersama Aulia Arman selalu ada keseruan dan keceriaan. Jadi siap-siap saja ya ketika nanti ada ajakan jalan-jalan dariku hai Soedirman :-D
*kurang syahrial nih, posenya saya gantikan kn jadinya -..-

“sedih aku” yang membuat semua tertawa


“sedih aku..” begitulah kata yang menjadi trand di bem KMFT UGM akhir-akhir ini. Hari ini sekre bem KMFT UGM seakan meledak oleh tawa seisi ruangan. Sebuah momen yang sudah lama tidak aku rasakan akibat masa-masa dimana jarang mulai ke sekre.

Rahmadi setiawan, insyaallah begitulah namanya. Staf departemen kastrat yang juga merupakan biro krt atau rekan kerjaku. Kelakukannya terkadang membuat kita jengkel karena kelewat geje. Namun khas dalam caranya berbicara itulah yang membuatnya menjadi terkenal. Walau terkenal karena ejekan.

Bermula saat ketua BEM sedang berbicara sebelum ia meninggalkan ruangan dan rahmadi mengeluarkan kata-katanya yang membuat kami bingung kepalang. Mat.. mat… kowe ngomong opo to? Dengan geram mas ketua bemku ini mengejeknya. Kadeptnya yang baik hatipun membelanya agar tidak mengejeknya. Yaiyalah… udah sering banget diejek sih, kan kasihan juga… tapi justru dimomen itulah rahmadi mengeluarkan kata-kata favoritnya, “sedih aku…” dan dalam beda satu detikpun kami tertawa terbahak-bahak. Meledak didalam atmosfer sekre yang hanya berisi satu suara ejekan menjadi tawa yang mengguncang ruangan. Hahaha… mat… mat.. kamu berhasil membuat kami lupa sedang ujian. Sering-sering ya :-D

UAS (Ujian Agak Serius)

“Wow!” merupakan kalimat yang keluar pertama dalam otakku melihat ujian Rangkaian Listrik hari ini. UTS, aku menyebutnya Ujian Agak Serius karena memang aku tidak punya passion dalam ujian di jurusanku ini karena suatu hal. Namun bukan berarti aku main-main ya. Tapi sayangnya untuk yang satu ini ya sudahlah wassalam.
Ada 4 soal. 2 yang pertama dapatlah aku kerjain dalam waktu 15 menit. “ih cepiiil…” begitu kataku selesai mengerjakan nomor 2. Nah masalahnya mulai saat aku melihat nomor 3. PHASOR?. “Mampus gue” gantiku untuk ucapanku sebelumnya. Kucoba untuk menggambar diagram phasor untuk soal yang diberikan. Namun ternyata aku tidak dapat mengingat satupun idenya… tidaaaakkkk…

Kucoba mengandalkan imajinasiku. Kubiarkan tanganku menggambar apa yang seharusnya. Namun yang kulihat hasilnya adalah ikan. IKAN? Mana mungkin dari diagram phasor menjadi ikan. -..-
Saat kucoba untuk menggambar ulang malah jadi ada gambar pancingan… ihh.. ini apa sih?
Terus kucoba agar phasor dapat kuselesaikan. “masa hal sepele ini tidak dapat kukerjakan sih?” batinku. Dan luar biasa sekali. KEAJAIBAN! Satu halaman kertas buram tersebut penuh gambar-gambar kartun -..- NOOOOOOO….!


Dan ternyata bukan hanya satu halaman. Keanehan tersebut berlanjut hinggak 3 lembar. 3 LEMBAR CORET-CORETAN HANYA UNTUK GAMBAR?
Ada yang gambar dimana nelayan gagal memancing ikan yang memakan huruf A. Dan ikan tersebut mengejeknya “bodoh”. Sementara nelayan yang lain mendapatkan ikan yang memakan huruf E.
Ada juga gambar dimana orang memohon-mohon kepada huruf A yang terbang menjauh dengan sayapnya. Dan dikaki orang tersebut terikan borgol yang satunya pada batu dengan bentuk huruf E.
Ada juga berbagai macam monster dan senjata. Dan gambar aneh lainnya.

Oke ini UAS. Ujian ANTI Serius. Jadi aku membesarkan hatiku dan meninggalkan kelas dengan tawa. Tawa orang gila yang baru saja melakukan hal gila. Dan sampai detik dimana aku menulis ini, aku masih saja heran kenapa aku melakukan hal gila itu. Bahkan mungkin sampai anda membaca kalimat terkahir ini.